Salah Siapa?

Salah Siapa?

Simak percakapan berikut ini:

Coach: Apa yg terjadi dengan bisnis properti Anda?
Klien: Parner kerja saya bermasalah coach, tim juga selalu mengganggu saya. Bisnis properti saya stuck coach tidak ada pergerakan signifikan coach. Tidak ada komunikasi yg efektif antara saya dengan rekan, pemilik lahan ingin segera dilunasi pembayaran lahannya, marketing juga belum ada penjualan, tim juga berada di posisi yg kurang mendukung.

Coach: Sudah berapa lama ini terjadi?
Klien: Sudah berjalan 1 tahun lebih coach, bahkan saya tidak berani datang ke kantor coach, saya kehilangan semangat.

Coach: Siapa saja yg terlibat dalam permasalahan ini?
Klien: Yang pasti, saya dan partner saya coach. Tapi juga hubungan saya dengan tim yg lainnya kurang selaras.

Coach: Apa peranan Anda, sehingga masalah ini terjadi?
Klien: Memang saya kurang intens dalam mengkoordinis tim dan saya juga tidak “hadir” dalam tim.. coach.

Coach: Apa efek buruk yg terjadi jika hal ini terus terjadi?
Klien: Ya buruk banget coach. Lahan bisa diambil alih pemilik, saya dan partner merugi karena sudah mengeluarkan cukup banyak uang, tim juga bisa bubar.

Coach: Apa perilaku yang Anda tahu bisa membuat perusahaan merugi, namun masih terus Anda lakukan?
Klien: Iya saya masih belum terlibat penuh di proyek coach, saya kehilangan semangat.

Coach: Apa Anda sudah mencoba mengatasi masalah Anda?
Klien: Saya tahu masalahnya, namun belum tahu solusinya. Salah satu cara ya dengan berbicara dengan Anda… coach

Coach: Jika Anda memiliki kekuatan tanpa batas, apa yg akan Anda lakukan untuk mengatasi persoalan bisnis Anda?
Klien: Saya ingin memiliki bisnis properti dengan sistem, jika memungkinkan. Saya tidak perlu sibuk mengurus urusan operasional, saya ingin memiliki tim yg bisa full support bisnis developer properti saya. Saya juga ingin punya sistem marketing yg terus menerus mendatangkan customer ke bisnis saya coach.

Dari percakapan di atas, awalnya pemilik bisnis developer properti merasa bahwa kesalahan ada di luar dirinya. Menurutnya, partnernya dan karyawannya yg bermasalah. Namun setelah akhir percakapan bisa dilihat ternyata ada peran dirinya yg cukup besar dalam menyebabkan masalah di bisnisnya.

Menjadi pebisnis developer properti merupakan tantangan yg cukup besar. Tidak sekedar hanya bisa mencari dan mengakuisisi lahan, bisa menghitung laba dan lain-lainnya.

Namun diperlukan mental dan kemauan untuk terus belajar dari pribadi pebisnis developer properti. Anda wajib membangun kemampuan leadership dan berani bertanggungjawab atas apa yg terjadi di bisnis Anda. Simak tips selanjutnya ya….

10 Aturan Untuk Sukses Di Bisnis Property

10 Aturan Untuk Sukses Di Bisnis Property

Apa kabar teman-teman? Kali ini saya mau berbagi tentang 10 Aturan Untuk Sukses di Bisnis Property.

10 Aturan ini saya dapatkan dari Michael E Gerber yang terkenal dengan bukunya E Myth Revisited.

Semoga bisa memberikan inspirasi dan motivasi untuk menjalankan bisnis properti teman-teman.

10 Aturan Untuk Sukses di Bisnis Property:

1. Differentiate yourself. Bisnis properti merupakan bisnis yang sangat unik. Berbeda lokasi berbeda sentuhan, tergantung marketnya. Anda bisa sukses dalam semalam tapi juga bisa berdarah-darah tahunan. Namun bukan itu yang ingin kita bahas. Menjadi pebisnis properti Anda memiliki kesempatan untuk menjadi berbeda. Ada satu pengembang Nasional yang saya kagumi karena ketika melihat desain rumahnya, desain logonya, hingga desain kawasan perumahan membuat saya merasa nyaman dan enak dipandang mata. Dari awal masuk ke proyeknya sangat tertata rapi, masuk ke marketing officenya langsung memberikan efek wow, rapi, dingin, wangi dan pelayanannya luar biasa. Ketika saya dibawa keliling proyeknya, luar biasa rapih dan tersistem. Bayangkan jika Anda sebagai konsumen, at least di awal Anda sudah merasakan layanan yg luar biasa.

Contoh seperti ini yang membuat developer ini menjadi berbeda dengan pesaingnya. Sudah menang di kesan pertama. Contoh di bidang bisnis yang lain, Disneyland. Sebagai pemain bisnis wahana permainan ternyata salah satu keunggulan yang paling menonjol dari Disneyland adalah Kebersihan. Selama 34 tahun Disneyland mempertahankan kebersihan kawasan wahana permainannya, mereka bersihkan kawasan setiap malam yang membuat mereka unggul dibandingkan pesaingnya. Dengan melakukan hal tersebut mereka tidak perlu menjual Micky and Minie Mouse hehehehe..

2. Have the right mindset. Ketika saya memulai bisnis developer properti pertama saya, dari awal saya sudah memiliki mindset untuk memiliki perusahaan dengan system manajemen yang baik dan benar. Memiliki struktur organisasi, membuat manajemen konstruksi, merekrut orang, membuat aturan main untuk kontraktor, mempunya job deskripsi bagi semua anggota tim dan kami melakukan weekly meeting untuk memantau progress. Anda harus memiliki mindset yang tepat agar bisnis bisa Anda bangun dengan  baik.

3. Everything begins right now. Selamat dengan Anda memulai bisnis properti artinya satu langkah sudah Anda ambil. Now adalah kata yang penting bagi Anda dalam membangun bisnis properti Anda. Now is the art of mastery. Dengan memulai Anda sudah menapaki jalan-jangan penguasaan bisnis dan pengalaman. Always belajar hal-hal baru dan implementasikan sekarang juga.

4. The system is the solution. Di point nomor 1 Anda dapat membayangkan bisnis properti yang memiliki sistem pelayanan yang tertata dan terkontrol akan memberikan efek wow ke konsumen. Dengan system yang baik Anda akan mendapatkan repeat business, order yang berulang. Buatlah bisnis Anda terorganisasi dengan baik dan lingkungan bisnis yang berkilau.

5. Don’t listen to the #littleman. Pasar lagi lesu, sebentar lagi pilkada, baru saja ada tax amnesty dan lain sebagainya yg membuat Anda terhenti dalam melangkah. Dengarkan hanya untuk melihat situasi dan membangun awareness, but bergeraklah dengan rencana dan membaca situasi yang ada.

6. Get it right at the start. Buat system sales Anda sesederhana apa pun itu, buat system bagaimana mendatangkan konsumen ke proyek Anda, buat system bagaiman bisa mendapatkan closing dan konversi. Buat system bagaimana mendelivery proyek property Anda. Lakukan, monitor, perbaiki, lakukan.

7. Start for the right reasons. Bukan hanya teknikal, the owner memulai dengan alasan salah, cuma nyingkirkan boss, dan create a job…banyak bukan bisnis tapi Job…dan yg terburuk.

8. Become an incredible student. Belajar untuk membangun kapabilitas dan kapasitas. Belajar untuk bisa memisahkan apa yang produktif dan tidak. Belajar banyak hal untuk bisa berinovasi di bisnis Anda. Satu hal lagi yang penting untuk dipelajari adalah Komunikasi. Bagaimana Anda bisa mengkomunikasikan bisnis properti Anda ke khalayak ramai. Ke investor, ke customer dan ke tim.

9. Don’t put your entrepreneurial spirit to sleep. Jangan berhenti untuk membuat terobosan dalam berbisnis properti. Asah terus kemampuan entreprenuership Anda.

10. Work on your business, not in your business. Has the vision the business when it finally done. Anda bisa lihat developer besar seperti Sumarecon misalnya. Apakah ownernya bekerja untuk melayani buyer? Apakah ownernya masih sibuk membeli material untuk pembangunan unitnya? but berapa triliun omset mereka?

Penting bagi kita memiliki visi bagaimana bisnis properti yg ingin kita bangun. Bagaimana kantor Anda? Seperti apa tim Anda? Pakaian mereka? Bagaimana mereka menyampaikan pesan perusahaan ke masyarakat?

Wah ngapain mikir kejauhan? Mau jualan aja susah kok ya mikir perusahaan jadi besar. Ingat!!! Big business is small business did the right things. Perusahaan-perusahaan besar itu dulunya juga perusahaan kecil yang melakukan hal yg benar dari awal.

 

Semoga bermanfaat

MZOST

Empat Pertanyaan yang harus Anda jawab di Bisnis Properti Anda

Empat Pertanyaan yang harus Anda jawab di Bisnis Properti Anda

Ingin bisnis properti Anda menjadi bisnis kelas dunia?

Silahkan jawab Empat Pertanyaan yang harus Anda jawab di Bisnis Property Anda berikut ini:

  1.  Apakah bisnis property Anda menguntungkan?
  2. Apakah Anda sudah membuat System pada Bisnis Properti Anda?
  3. Sudahkah Anda membuat Manajemennya?
  4. Apakah Bisnis Properti Anda bisa di duplikasi?

Berikut ini penjelasan tentang keempat pertanyaan di atas.

  1. Apakah Bisnis Property Anda menguntungkan?

Mungkin Anda akan menjawab, ya jelas dong, saya kan sudah menentukan harga jual tertentu jelas untung dong. Benarkah? Saya ada pengalaman dalam memberikan konsultasi dan coaching ke beberapa client developer properti. Menariknya setiap saya tanyakan apakah bisnis developer property yang mereka jalankan menguntungkan? Selalu di jawab dengan, sudah tentu menguntungkan Pak, kan sudah dihitung analisa bisnis propertinya.

Baiklah, coba mari sedikit kita teliti bisnis developer properti yang sedang mereka jalankan.

Ternyata, Untung yg mereka katakan tersebut, baru untung di atas kertas, misal target keuntungan yang mereka inginkan 18 Milyar. Tetapi sayangnya, itu di atas kertas, karena ternyata pada aplikasinya, target keuntungan 18 Milyar itu jika proyek di kerjakan dalam waktu maksimal 3 tahun sudah bisa tutup buku, dan profit baru bisa dapatkan. Sayangnya sampai dengan tahun keempat proyek belum kunjung selesai.

Nah apa yang ingin saya sampaikan disini tentang apakah bisnis properti Anda menguntungkan?

  • Profitnya terlalu kecil. Pada kasus di atas bisa jadi ini tidak terjadi, tapi di kasus lain bisa juga lho, karena ingin mengejar penjualan cepat, akhirnya jual unit properti dengan harga murah sehingga profitnya ternyata tidak dapat menutupi biaya operasional dan harga modal.
  • Terlalu mudah mendiskon. Nah ini masuk ke level confidence nih, terkadang ketika menjual sebuah produk, karena ingin cepat-cepat closing akhirnya dengan mudah memberikan diskon gila-gilaan, padahal dalam berjualan yang harus dikedepankan adalah ikatan emosional penjual dan pembeli sehingga harga sudah tidak menjadi masalah lagi.
  • Tidak melakukan riset pasar. Untuk hal ini terkait dengan kecepatan penjualan. Riset pasar dibutuhkan untuk melihat apakah produk properti yang kita jual harganya kompetitif dengan memperhitungkan harga dasar lahan propertinya. Ketika harga lahan terlalu tinggi maka berdampak kepada harga jual yang terlalu tinggi, ini yang menggerus profit dan penyelesaian proyek menjadi lebih lama.
  • Merekrut karyawan yang tidak produktif. Ini juga bisa menjadi beban perusahaan. Membuat biaya operasional membengkak, padahal tidak memiliki kontribusi dalam menjalankan roda perusahaan.
  • Tidak melakukan kampanye marketing dengan benar. Yes, anggaran pemasaran tidak dites dan ukur sehingga tidak menemukan cara yang efektif dalam menjual dan memboroskan anggaran yg sudah dibuat.

2. Apakah Anda sudah membuat system di bisnis property Anda?

Nah ini menarik, kenapa harus di pastikan bisnis properti Anda menguntungkan terlebih dahulu sebelum di sistemasi? Jawabannya, jika belum dipastikan menguntungkan maka Anda akan mensistemasi bisnis yang belum terbukti menguntungkan, hasilnya nanti ya sistem bisnis properti yang tidak menguntungkan, so pastikan menguntungkan terlebih dahulu. Itulah kenapa saya selalu menyarankan untuk memulai terlebih dahulu bisnis developer property Anda dari kecil dulu. Buat sukses yang pertama dulu, agar bisa merasakan dan mengetahui cara mendapatkan keuntungan di bisnis properti.

Ok, darimana memulai sistemisasinya? saya bahas sebagian saja ya, kalau mau lengkap ya nanti kita ketemu di seminar dan workshop saya ya hehehehe

  • Struktur Organisasi. Salah satu faktor penting jika bisnis property Anda ingin bertumbuh adalah dengan membuat sebuah struktur organisasi yang tepat untuk bisnis properti Anda. Karena ibarat pondasi dan struktur yang menopang bangunan, jika Anda mampu membangun struktur organisasi dari awal Anda merintis bisnis properti hasilnya akan luar biasa. Struktur organisasi yang sederhana saja dulu. Ada Direktur Utama, Manajer Keuangan, Manajer Operasional, Manajer Pemasaran, Manajer Legal dan SDM. Dengan memiliki struktur organisasi, maka ke depannya Anda akan siap merekrut tim yang mendukung bisnis properti Anda.
  • Rules of the Games. Business adalah Sport Games. Harus ada aturannya, kapan bola out, kapan offside dan batasan-batasan yang disepakati agar “permainan” menjadi teratur dan mendapatkan goals. Buat rules of the games yang disepakati semua pihak terkait bisnis Anda.
  • Rekrut Super Team. Di awal merintis usaha, bisa jadi hanya Anda dan partner Anda yang ada di dalam bisnis properti Anda. Ya karena Anda sedang memulainya, dengan adanya struktur organisasi yang Anda buat, maka sejak awal Anda sudah paham untuk bisa merekrut orang-orang yang tepat untuk menjalankan bisnis properti Anda. Rektur the best team dengan cara yang tepat.

3. Sudahkah Anda Membuat Manajemennya?

Inilah saatnya Anda memanage, memainkan orkestranya. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Buat Standard Operating Procedure (SOP) dan tentukan Key Performance Indicator (KPI) masing-masing bidang di bisnis properti Anda. Hal ini untuk memudahkan Anda dalam melakukan monitoring dan mengambil langkah Corrective Action.
  • Lakukan Weekly meeting secara rutin untuk mengecek progres kerja tim dan memastikan langkah-langkah yang diambil sudah on the track.
  • Minta juga Feedback dari tim, langkah apa saja yang dapat diambil perusahaan agar bisnis properti Anda bisa bertumbuh dengan cepat.

4. Apakah Bisnis Properti Anda bisa di duplikasi?

Untuk menjadikan bisnis developer property Anda berkelas dunia, pastikan bahwa bisnis Anda bisa di duplikasi. Membuat satu proyek adalah sebuah awal, menduplikasinya menjadi 2,3, 4 bahkan 15 proyek butuh skill khusus dan kemampuan duplikasi. Sebenarnya jika Anda sudah menjalankan langkah 1 sampai dengan 3 , maka langkah no. 4 sudah tinggal di coba saja.

Menarik materi ini? Jika ya, segera take action, jangan lupa share ke saya juga ya, dan share di group juga agar teman-teman lainnya bisa mendapatkan pelajarannya.

Sakses Selalu untuk Anda.

Jangan Buang Waktumu

Jangan Buang Waktumu

Tanpa sadar hari ini sudah berapa jam scroll FB? 😲

Tanpa sadar hari ini sudah berapa jam chat di WA? 😲

Tanpa sadar hari ini sudah berapa jam nonton Youtube? 😲

Hehehe..kembali ini self reminder sih, kebanyakan waktu terbuang karena ini dan itu yang tidak ada relevansinya ke produktifitas diri.

♨ Ok tips hari ini…

👉 Setting Goal Harian. Misal: hari ini saya ingin produktif selama 4 jam, artinya fokus kerja ke yang menghasilkan (di luar aktifitas rutin ya, 4 jam ini yg benar2 High Quality Time)

– 1 Jam: Bikin Landing Page
– 1 Jam: Prepare Ads
– 1 Jam: Perbaiki Script
– 1 Jam: Nulis Blog
Gak harus per 1 jam sih, teman2 bisa atur sendiri,

👉 Pake Timer. Lah kenapa pake timer om? Justru ini nih yang bisa bikin kita terpacu untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Begitu timer nyala, semua koneksi social media, telpon, email dan semua yg punya pontensi mengganggu kita singkirkan dan fokus di pekerjaan. Dijamin deh produktifitas meningkat.

👉 Beri rewards. Kalau pas nggak puasa sih begitu selesai satu sesi kita bisa ngopi misalnya, sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya, kalau lagi puasa ya bisa dengan peregangan, jalan2, atau ya mampir ke sosmed heheheh tapi jangan kelamaan.

👉 Stop Baca status ini, langsung praktek huhahahahahah

Online Marketing Property Iceberg

Online Marketing Property Iceberg

Jualan properti via online ===> hampir sebagian besar orang berpendapat ini seperti ilmu magic yang bisa serta merta membuat bisnis property Anda menjadi duarrrr booming dan banjir closing-an…benarkah?

Coba cermati gambar berikut ini…..

iceberg

Ternyata online marketing hanya berada di puncak gunung es dari satu “gunung” bisnis property Anda.

Jadi…penting mempelajari online marketing property namun juga bangun dasar bisnisnya ….

– Bagaimana merespon prospek
– Bagaimana membangun relasi dengan prospek
– Bagaimana memfollow up
– Bagaimana teknik closing
– Etc

Ingat dengan materi yang pernah saya sampaikan tentang Leads Generation dan Leads Convertion?

Online Marketing baru sampai pada Leads Generation (di puncaknya) sedangkan bagian Leads Convertion (bagian dasarnya) justru yang paling besar.

Jangan lupa gabung ke group yak… https://www.facebook.com/groups/1437522819829180/?fref=nf

Note: gambar diagram ini utk bisnis retail ecommerce namun jika di aplikasi ke property beberapa bagian bisa disesuaikan dengan kondisi bisnis property…

Tips Bisnis Developer Property : Menguasai Pondasi Bisnis

Tips Bisnis Developer Property : Menguasai Pondasi Bisnis

Pak, saya ingin membangun rumah 2 lantai yang sebelumnya rumah saya hanya 1 lantai. Info dari kontraktor yang pernah membangun rumah saya ini mereka sudah menyiapkan pondasi rumahnya untuk bisa di extend ke 2 lantai, bapak bisa bantu untuk pengerjaannya?

Pertanyaan seperti ini sering saya dapatkan ketika membantu calon klien yang ingin merenovasi rumahnya. Sayangnya banyak klien yang mendapatkan info sepotong-sepotong dari kontraktor mereka. Info bahwa pondasinya bisa dipakai untuk lantai berikutnya bisa iya bisa tidak. Persoalannya ketika akan menaikkan rumah ke lantai dua, bagaimana dengan lay out atau susunan ruang di lantai 2 tersebut? Jika tidak terlalu berbeda dengan lantai dibawahnya maka pondasi yang sudah ada dapat dipakai untuk meneruskan, tapi kalau jauh berbeda maka harus di buat pondasi dan kolom baru untuk membangun lantai duanya.

Bayangkan untuk membangun rumah 2 lantai saja, kita harus menyiapkan pondasi yang kekuatannya mampu menopang bangunan di atasnya. Bagaimana jika bangunan di atasnya adalah hotel atau apartemen, jelas harus lebih dalam lagi dan butuh perhitungan detail dan akurat.

Berbisnis properti bisa dibilang butuh sekali pemahaman dan pendalaman tentang pondasi dasar bisnisnya.

Oke secara global pondasi bisnis itu ada 3 hal yang harus dibangun seorang pebisnis:

  1. Money Mastery. Ini terdiri dari: BEP (Break Event Point) Mastery, Profit Margin & Cashflow Mastery, Reporting Mastery, KPI (Key Performance Indicator) Mastery.
  2. Delivery Mastery. Supply Mastery, Easy to Buy Mastery, Quality, Service Mastery
  3. Destination Mastery: Why Mastery, Vision Mastery, Goal Mastery

Pada artikel kali ini saya jelaskan ketiga pondasi tersebut dalam sebuah video

Silahkan Akses videonya di link berikut ini

Enjoy the video, dapatkan ilmunya dan share ke banyak orang ya…biar semakin banyak manfaatnya…many thanks

 

Siapkan Mental Anda 100:10:3:1

Siapkan Mental Anda 100:10:3:1

Anak saya yang paling kecil pernah bertanya, kenapa sih kita harus bikin PR? Kan di sekolah sudah belajar? Harusnya di rumah kan tinggal istirahat dan bermain saja.

Dasar anak kecil, otaknya main saja hehehe…bukan itu jawaban saya sih. Tapi saya jawab seperti ini. Oh iya nak, bu guru memberikan PR supaya kamu nanti belajar di sekolahnya lebih mudah dan kamu jadi lebih ingat pelajaran yang sudah diberikan. Seperti latihan gitu loch nak.

Mengerjakan PR memang bukan pekerjaan menyenangkan buat anak-anak jaman sekarang. Di samping gaya belajarnya juga waktu belajarnya yang nggak kira-kira, melebihi jam kerja PNS.

Seperti pernah saya tulis di Artikel sebelumnya Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi kali yeee… salah satu langkah paling fundamental sebagai pebisnis developer properti adalah urusan mempersiapkan Mental. Karena di bisnis developer properti banyak sekali PR nya.

Anda akan berurusan dengan survei lahan, berhubungan dengan RCTI (Rombongan Calo Tanah Indonesia), uang besar, lingkungan, preman, soal-soal teknis di lapangan, laporan keuangan, presentasi ke investor, berhubungan dengan bank, mengelola tim, berjualan dan lain sebagainya. Jadi persiapkan betul ya. Ini perjalanan panjang.

Ok secara global proses dari bisnis properti adalah sebagai berikut:

Mindset

Kita lihat satu langkah saja ketika mengakuisisi lahan. Butuh perjalanan panjang dan cukup melelahkan. Dimulai dari pencarian lahan, membuat listingnya, mencari nomor kontak pemilik lahan atau broker, menghubungi mereka, melakukan survei, ngobrol ngalor ngidul untuk pedekate dengan pemilik lahan, negosiasi sampai yapppp deal untuk lahan.

Ada rumusan dari guru-guru properti kita harus melihat minimal 100 properti untuk kemudian menawar 10 properti (yang sudah dilakukan Feasibility Study dan quick count), kemudian bernegosiasi untuk 3 properti dan deal untuk 1 properti saja. Angka ini tidak mutlak sih menurut saya, untuk sekedar memberikan gambaran betapa butuh kerja keras kita di awal untuk mendapatkan lahan yang benar-benar siap untuk digarap.

Saya perhatikan masih banyak teman-teman ketika masuk ke bisnis developer properti baru dapat hot deal lahan saja sudah melonjak-lonjak kegirangan. Yes betul patut disyukuri, tapi ingat “permainan” baru di mulai, the game is about to begin. Ibaratnya itu baru PR halaman satu, masih banyak halaman lainnya.

Bagaimana caranya kita melalui itu semua? dengan cara tetap pertahankan semangatnya. Jangan gampang menyerah dan terus belajar. Seperti saya sebutkan tadi the game is just about to begin, ini hanya permainan, jadi bermainlah dengan menyenangkan dan sepenuh hati. Jadi Siapkan Mental Anda ya….

Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi Kali yeeee…

Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi Kali yeeee…

“Enak ya bro sekarang dah jadi pebisnis properti, duitnya pasti Milyaran, kereenn…”

“Bro ente kan sekarang dah sukses, sudah punya proyek properti, jadi investor ane dong, modalin nih bisnis kuliner ane..ya..ya..ya..”

“Wih keren bro, jadi master properti lu sekarang!! gue siap berguru!!..”

Hmm..yah gitu deh pandangan sebagian orang, terutama kenalan dan orang-orang dekat. Image seorang yang terjun di bisnis properti itu bisa tiba-tiba Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi kali yeee…Padahal bisnis properti sama juga kok dengan bisnis yang lainnya. Perlu dibangun, ada langkah-langkahnya, ada resiko gagalnya juga, perlu bangun tim juga, perlu modal juga (kalau ada yang bilang bisnis properti tanpa modal semoga cepat taubat)

Jadi sebelum Anda terjun ke Bisnis Properti, persiapkan Mindset dan Skill Set supaya nggak meleset. Coba kalau mindset di awalnya saja ingin cepat kaya, ya sudah pasti salah. Bisnis Properti merupakan kombinasi dari bisnis dan investasi sehingga perlu waktu untuk bisa sukses di bidang ini. Saya lupa siapa yang bilang bahwa bisnis properti itu diibaratkan seperti lari triatlon (lari, berenang, bersepeda dengan jarak tempuh yang jauh) bukan lari sprint. Jadi dibutuhkan stamina prima, kemampuan mengendalikan diri, dan punya strategi jitu.

Untuk memiliki stamina yang prima, sebagai pemula di bisnis properti tentunya Anda harus banyak berlatih terlebih dahulu. Start Small but Now. Mulai dari proyek kecil dan lakukan sekarang juga. Tempat terbaik untuk memulai adalah dengan lahan-lahan kecil terlebih dahulu dengan luasan sekitar 100-200 m2 sehingga bisa diolah menjadi 1 sampai 2 unit rumah. Kenapa demikian? ini untuk melatih otot bisnis Anda.

Misal Anda mendapatkan sebuah peluang tanah seluas 200 m2 dan dibelah menjadi 2 unit. Dari sini saja banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.

Menghitung kelayakan lahan. Gunakan Quick Count

Misal harga lahan tersebut 1 juta/m2,

biaya perijinan: pecah sertifikat 2jt/unit x 2 = 4jt

Urus IMB (ijin mendirikan bangunan): 5jt/unit

PLN: 1,2jt

Infrastruktur dan lain-lain: 5jt/unit

Bangun unit rumah: Rp 3,5jt/m2

Biaya notaris dll: 3jt/unit

Luas bangunan: 36 m2

Luas tanah: 100 m2

Nah data2 ini yang nanti kita oleh dengan menggunakan metode Hitung Cepat Properti (saya akan berikan cara hitung cepat di group premium atau ikuti workshop yang saya adakan…pantau terus web ini ya..)

Nego skema pembayaran dengan pemilik lahan

Ok katakan saja lahan tersebut ternyata setelah di bandingkan dengan kompetitor layak untuk diakuisi, maka lakukan negosiasi pembayaran dengan pemilik lahan.

Misal lahan 200 m2 apakah bisa dikerjasamakan atau dibayar bertahap atau dibayar tunai (kalau punya uangnya).

Cek Legalitas dan Perijinan

Lalu mengecek legalitas dan perijinan lahan tersebut dan menyiapkan legal formal dengan pemilik lahan. Sebelum deal Anda juga harus mengecek apakah lahan bermasalah, status kepemilikan dan lokasi tersebut bisa dibangun perumahan atau tidak.

Desain Rumah

Setelah lahan bisa diraih, apa langkah selanjutnya? Buat desain rumahnya, cari arsitek or drafter, untuk awalan gunakan jurus ATM (Amati Tiru Modifikasi), cari model rumah yang sedang trend, ambil sebagai contoh, lalu serahkan ke drafter utk digambar ulang dengan sedikit modifikasi di sesuaikan dengan lahan.

gmbar-3d
Ini contoh gambar rumah yang saya ambil contohnya dari google dan saya modifikasi dengan bantuan drafter

Buat RAB Proyek

Ok sekarang Anda sudah punya gambaran detail proyeknya, setelah itu lakukan perhitungan secara detail yang tertuang dalam sebuah Rencana Anggaran Biaya Proyek, bagaimana cara membuatnya? Ikuti workshop dari Strategi Properti akan kita kupas tuntas nanti.

Dengan adanya RAB inilah nanti kita mampu menghitung berapa HPP/Harga Pokok Produksi dari rumah yang akan kita jual. So tinggal berhitung berapa margin yang akan ambil.

Di sisi lain RAB juga bermanfaat jika kita kekurangan modal, maka kita bisa mengundang investor untuk mendukung proyek kita. Nanti akan kita bahas pada Strategi Mendapatkan Investor.

Jualan

Oh iya jangan hanya fokus pada proses proyeknya saja ya, ingat jualan juga harus jalan hehehe….tenang2 nanti kita akan sharing di artikel khusu Strategi Menjual Properti dengan Cepat

Waw, luar biasa ya, proyek kecil saja sudah banyak pembelajaran yang Anda dapatkan. But jangan lihat proyeknya, tapi fokus untuk membangun self confident Anda dulu. Jika proyek pertama ini berhasil, Anda sebenarnya sedang membangun brand image, kredibilitas, portofolio dan networking dan tentunya dapat profit yang lumayan hehehehe….

Ok keep reading my blog and watch my youtube channel ya friends, banyak sekali yang akan saya share….