Video Marketing untuk Menjual Property

Video Marketing untuk Menjual Property

Di era persaingan nan ketat seperti sekarang ini, kreatifitas menjadi keharusan dalam memasarkan produk2 properti.

Sosial media pun sudah dibanjiri oleh para marketer yang sudah mulai paham akan digital marketing.

Video menurut saya juga menjadi andalan dan tools yang sangat luar biasa dahsyat.

Kita bisa menyampaikan pesan dengan penuh, membuat konsumen menjadi lebih “hangat” ketika akhirnya mereka survei lokasi.

Beberapa type video tentunya akan sangat membantu mengambil angle penyampaian pesan.

Ada tahapan-tahapan yang strategi type video yg disajikan juga berbeda, misalnya: ditahap awal proyek properti, ada tantangan utk menampilkan situasi proyek yg masih lahan mentah. Nah disinilah insting dan kreatifitas bermain.

Begitu juga ditahapan-tahapan selanjutnya.

Menariknya di era saat ini, video menjadi begitu mudah dibuat, di edit, di sajikan, di broadcast.

Ada teman2 yang mau membagikan pengalamannya dalam memasarkan properti melalui video?

Melamar Raisha…

Melamar Raisha…

Melamar Raisha….

Hmm…apa ya strategi yang bisa kita pakai supaya bisa melamar raisha? Jadi pengusaha sukses untuk modal beli porsche or lamborghini, terus mulai cari cara ketemu raisha. Kirim mawar plus surat ingin kenalan (jadul mode on), dan mulai ikutan hangout bareng2 dengan teman2nya raisha sampai bisa ketemu dan kenalan.

Setelah itu pasang strategi untuk bisa undang makan malam, dan eng ing eng….melamar…hasilnya? Bisa ditolak, bisa diterima…tergantung nasib dan jodoh hahaha….lha judulnya juga melamar raisha bukan menikah dengan raisha…lagian ini nama aslinya “raisha di cari cintanya”

Hehehehe…cerita tadi hanya ilustrasi aja, banyak banget teman yang ingin closing jualan properti harga milyaran kadang dengan modal seadanya. Iseng2 kemaren saya tanya dengan agen yang membantu menjualkan unit properti kami…

“Mas apa yang dilakukan untuk bisa menjual properti ini?”
“Oh iya kami iklan Pak”
“Bagus!! iklan dimana?”
“O** pak”
“Oh good…terus dimana lagi?”
“Udah disitu aja pak…, paling di update tiap hari…” (mungkin maksudnya disundul)

Dari pembicaraan ini sedikit banyak saya menangkap strategi dia sebagai pemasar properti. Dan bisa jadi sebagian besar agen/broker memiliki “hanya” satu cara untuk bisa menjual propertinya.

Padahal di era digital seperti sekarang ini, banyak sekali saluran penjualan yang bisa dilakukan secara online dan offline.

Sebagai pemasar harus punya mental “melamar raisha” you want a big fish then you do the work…..

Mau dapet buyer milyaran ya nggak bisa dengan modal seadanya, gak harus mahal but strateginya harus tepat.

www.strategiproperti.com