Kenapa Bisnis Properti Anda Stuck? Part (1)

Kenapa Bisnis Properti Anda Stuck? Part (1)

Helicopter mode…

Beberapa pebisnis property yg mengalami stuck di bisnisnya biasanya tidak memperhatikan beberapa hal sbb:

 MOU dgn Pemilik Lahan. Poin ini yg paling penting sebelum ke yg lain-lain. Kadang karena over PD, perjanjian dibuat dengan guidance feeling atau text book atau dengan panduan kata si anu ya segitu.

Misalnya ketika mau garap lahan 2 ha utk perumahan komersiil perjanjian dibuat hanya dalam waktu 1 tahun dgn skema DP, term 1 6 bln..term 2 1 thn..padahal belum di lakukan riset bagaimana market di sekitar lahan, kecepatan jualnya dan faktor2 lainnya. Parahnya lagi nggak punya backup investasi jika ada keterlambatan bayar…

 Tidak punya kemampuan menghimpun dana dengan cepat. Proyek properti durasinya tidak lama, apalagi buat pemain-pemain pemula. Maksimal 1-2tahun harus selesai. But kenyataannya? Nah di saat2 genting, punya akses ke fresh money itu penting banget agar proyek terus running.

Wrong Marketing Mindset. Masih menganggap marketing sebagai biaya bukan investasi. Padahal ketika membuat analisa bisnis sdh di anggarkan utk biaya promosi dll. Bahkan biaya marketing diirit2…hadeuh..yg tepat itu ya lakukan marketing dgn cara terencana dan terukur.

This an Orchestra not Solo Performance. Membangun bisnis property ya sama saja dengan membangun bisnis yg lain. Bangun struktur perusahaan, buat aturan main, disiplin keuangan, bangun brand…bukan hanya jadi pedagang..beli, bangun, jual…ya kalo begitu jualan sendiri aja. Bangun tim, bangun bisnisnya.

One Project One Pocket. Ini juga nih buat yg projectnya sdh lebih dari satu. Jangan main2 dgn cashflow. One project one investor one pocket itu sdh wajib. Jangan meremehkan dgn putar2 cashflow kiri kanan…hati2 kena dead cashflow.

👉 Note: sharing ini khusus newbie or rookie di dunia property…*termasuk saya 🤣 ..yg sering kejeblos karena sok tahu dan ganteng 😎

Untuk lebih jelasnya yuk tonton video berikut ini:

Cara Cepat Jadi Developer

Cara Cepat Jadi Developer

Cara Cepat Jadi Developer Properti dengan mengambil langkah kecil

Small Step to become property developer

1. Cari lahan kecil
2. Bagi 2
3. Pecah sertifikat
4. Urus IMB
5. Desain rumah
6. Kerjasama dengan investor
7. Tunjuk Kontraktor
8. Jual

ciptakan peluang sukses pertama Anda, selamat mencoba

Mau dapat tips rutin via email? daftar ke www.strategiproperti.com

Tonton Videonya ya

 

Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi Kali yeeee…

Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi Kali yeeee…

“Enak ya bro sekarang dah jadi pebisnis properti, duitnya pasti Milyaran, kereenn…”

“Bro ente kan sekarang dah sukses, sudah punya proyek properti, jadi investor ane dong, modalin nih bisnis kuliner ane..ya..ya..ya..”

“Wih keren bro, jadi master properti lu sekarang!! gue siap berguru!!..”

Hmm..yah gitu deh pandangan sebagian orang, terutama kenalan dan orang-orang dekat. Image seorang yang terjun di bisnis properti itu bisa tiba-tiba Kaya Mendadak Dari Properti? Mimpi kali yeee…Padahal bisnis properti sama juga kok dengan bisnis yang lainnya. Perlu dibangun, ada langkah-langkahnya, ada resiko gagalnya juga, perlu bangun tim juga, perlu modal juga (kalau ada yang bilang bisnis properti tanpa modal semoga cepat taubat)

Jadi sebelum Anda terjun ke Bisnis Properti, persiapkan Mindset dan Skill Set supaya nggak meleset. Coba kalau mindset di awalnya saja ingin cepat kaya, ya sudah pasti salah. Bisnis Properti merupakan kombinasi dari bisnis dan investasi sehingga perlu waktu untuk bisa sukses di bidang ini. Saya lupa siapa yang bilang bahwa bisnis properti itu diibaratkan seperti lari triatlon (lari, berenang, bersepeda dengan jarak tempuh yang jauh) bukan lari sprint. Jadi dibutuhkan stamina prima, kemampuan mengendalikan diri, dan punya strategi jitu.

Untuk memiliki stamina yang prima, sebagai pemula di bisnis properti tentunya Anda harus banyak berlatih terlebih dahulu. Start Small but Now. Mulai dari proyek kecil dan lakukan sekarang juga. Tempat terbaik untuk memulai adalah dengan lahan-lahan kecil terlebih dahulu dengan luasan sekitar 100-200 m2 sehingga bisa diolah menjadi 1 sampai 2 unit rumah. Kenapa demikian? ini untuk melatih otot bisnis Anda.

Misal Anda mendapatkan sebuah peluang tanah seluas 200 m2 dan dibelah menjadi 2 unit. Dari sini saja banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.

Menghitung kelayakan lahan. Gunakan Quick Count

Misal harga lahan tersebut 1 juta/m2,

biaya perijinan: pecah sertifikat 2jt/unit x 2 = 4jt

Urus IMB (ijin mendirikan bangunan): 5jt/unit

PLN: 1,2jt

Infrastruktur dan lain-lain: 5jt/unit

Bangun unit rumah: Rp 3,5jt/m2

Biaya notaris dll: 3jt/unit

Luas bangunan: 36 m2

Luas tanah: 100 m2

Nah data2 ini yang nanti kita oleh dengan menggunakan metode Hitung Cepat Properti (saya akan berikan cara hitung cepat di group premium atau ikuti workshop yang saya adakan…pantau terus web ini ya..)

Nego skema pembayaran dengan pemilik lahan

Ok katakan saja lahan tersebut ternyata setelah di bandingkan dengan kompetitor layak untuk diakuisi, maka lakukan negosiasi pembayaran dengan pemilik lahan.

Misal lahan 200 m2 apakah bisa dikerjasamakan atau dibayar bertahap atau dibayar tunai (kalau punya uangnya).

Cek Legalitas dan Perijinan

Lalu mengecek legalitas dan perijinan lahan tersebut dan menyiapkan legal formal dengan pemilik lahan. Sebelum deal Anda juga harus mengecek apakah lahan bermasalah, status kepemilikan dan lokasi tersebut bisa dibangun perumahan atau tidak.

Desain Rumah

Setelah lahan bisa diraih, apa langkah selanjutnya? Buat desain rumahnya, cari arsitek or drafter, untuk awalan gunakan jurus ATM (Amati Tiru Modifikasi), cari model rumah yang sedang trend, ambil sebagai contoh, lalu serahkan ke drafter utk digambar ulang dengan sedikit modifikasi di sesuaikan dengan lahan.

gmbar-3d
Ini contoh gambar rumah yang saya ambil contohnya dari google dan saya modifikasi dengan bantuan drafter

Buat RAB Proyek

Ok sekarang Anda sudah punya gambaran detail proyeknya, setelah itu lakukan perhitungan secara detail yang tertuang dalam sebuah Rencana Anggaran Biaya Proyek, bagaimana cara membuatnya? Ikuti workshop dari Strategi Properti akan kita kupas tuntas nanti.

Dengan adanya RAB inilah nanti kita mampu menghitung berapa HPP/Harga Pokok Produksi dari rumah yang akan kita jual. So tinggal berhitung berapa margin yang akan ambil.

Di sisi lain RAB juga bermanfaat jika kita kekurangan modal, maka kita bisa mengundang investor untuk mendukung proyek kita. Nanti akan kita bahas pada Strategi Mendapatkan Investor.

Jualan

Oh iya jangan hanya fokus pada proses proyeknya saja ya, ingat jualan juga harus jalan hehehe….tenang2 nanti kita akan sharing di artikel khusu Strategi Menjual Properti dengan Cepat

Waw, luar biasa ya, proyek kecil saja sudah banyak pembelajaran yang Anda dapatkan. But jangan lihat proyeknya, tapi fokus untuk membangun self confident Anda dulu. Jika proyek pertama ini berhasil, Anda sebenarnya sedang membangun brand image, kredibilitas, portofolio dan networking dan tentunya dapat profit yang lumayan hehehehe….

Ok keep reading my blog and watch my youtube channel ya friends, banyak sekali yang akan saya share….